Kategori
Hiburan

Rahasia Masa Lalu Terungkap, Mamalia Karnivora Mirip Kucing Muncul 33 Juta Tahun yang Lalu

Wecome Bot Eroinvenice di Website Kami!

Bot Eroinvenice, Jakarta Penemuan mengejutkan para ilmuwan mengguncang dunia sains. Diketahui bahwa spesies kucing yang belum diketahui ini ada lebih dari 30 juta tahun yang lalu. Rahasia Masa Lalu Terungkap, Mamalia Karnivora Mirip Kucing Muncul 33 Juta Tahun yang Lalu

Dalam laporan Newsweek, penemuan ini merupakan hasil penelitian lapangan yang dilakukan sekelompok peneliti dari Museum Republik Ceko dan Universitas Charles di Praha pada tahun 2017. Mereka mampu menggali rahang kiri bawah hewan purba tersebut. di kota Valeč, di wilayah Karlovy Vary.

Penelitian lebih lanjut terhadap fosil-fosil tersebut diharapkan dapat mengungkap lebih banyak informasi tentang perilaku, makanan, dan lingkungan di mana fosil tersebut ditemukan. Studi ini menyoroti pentingnya pelestarian fosil dan pengembangan penelitian fosil sebagai kunci untuk mengungkap misteri kuno dan memberikan pencerahan baru tentang keanekaragaman hayati di planet kita.

Penelitian mendalam terhadap fosil-fosil ini akan membuka perspektif baru untuk memahami evolusi karnivora. Fosil tersebut mengungkap spesies yang belum dideskripsikan sebelumnya, yang oleh para ilmuwan diberi nama Fejfarictis valecensis. Jadi Simpanan RD, Denise Chariesta Mendadak Seret Nama Luna Maya

Spesies ini merupakan anggota pertama Aeluroidea, sekelompok mamalia mirip kucing yang muncul lebih dari 30 juta tahun lalu dan tersebar di banyak benua. Melalui penelitian lebih lanjut, para peneliti memastikan bahwa F. valecensis mewakili spesies baru tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe i tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe tipe ‘i spesies spesies) yang membawa wawasan baru dalam pemahaman biologi di Eropa pada saat itu.

Karya F. valecensis di Eropa menegaskan keberadaan kelompok karnivora seperti Anictis sejak masa paling awal. Temuan ini tidak hanya memperkenalkan spesies baru dan pola evolusi, tetapi juga menjelaskan migrasi dan evolusi kelompok hewan pemakan daging di masa lalu.

Fosil F. valecensis, yang ditemukan pada fosil sekitar 33 hingga 34 juta tahun lalu, menunjukkan tanda-tanda penting evolusi karnivora. Temuan ini menunjukkan bahwa saat ini, ketika permukaan laut sedang rendah setelah cuaca dingin global, Anictis dan F. valecensis dapat bermigrasi antara Asia dan Eropa.

Para peneliti mengidentifikasi perbedaan antara F. valecensis dan Anictis melalui bentuk rahang unik dan gigi kuno, yang menunjukkan bahwa mereka tidak sepenuhnya beradaptasi dengan karnivora.

Kemunculan F. valecensis pada waktu yang tidak tercatat dalam catatan fosil memberikan wawasan unik mengenai adaptasi dan diversifikasi karnivora pada saat kritis dalam sejarah dunia. Tampaknya penurunan permukaan laut dan perubahan iklim pada periode ini penting dalam menentukan sebaran dan perkembangan kelompok ini di kawasan Eropa, menunjukkan kompleksitas hubungan antara iklim dan evolusi prasejarah. .

“Setelah penemuan rahang pada tahun 2017, menjadi jelas bahwa penelitian ini akan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan, karena rahang tersebut bukanlah hal baru, dan kita mempunyai masalah dengan lapisan bumi,” kata Boris Ekrt, ilmuwan fosil di The Museum Nasional dan penulis. penelitiannya, katanya dalam siaran pers.

Lanjutnya, “Penelitian ini memiliki prognosis yang baik dan mengungkap sisi lain gigi yang tersembunyi di dalam batu,” ujarnya. Berdasarkan bentuk giginya, ia tergolong spesies yang tidak diketahui

Meski hanya satu rahang dari spesies baru ini yang ditemukan, fosil tersebut membuka pintu untuk memahami perilaku dan kehidupannya. Menurut Jan Wagner, ahli paleontologi di Museum Nasional yang ikut serta dalam penelitian tersebut, hewan ini merupakan makhluk kecil yang mampu berburu tulang-tulang kecil.

Menariknya, Wagner juga mencatat bahwa hewan tersebut tidak memusnahkan invertebrata dan biji-bijian dalam mencari makanan. Temuan ini meningkatkan pemahaman kita tentang adaptasi dan fleksibilitas spesies untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Meskipun hanya sejumlah kecil dari makhluk-makhluk ini yang bertahan hidup, informasi ini membantu memberikan gambaran tentang ekosistem dan rantai makanan pada saat itu. Kemampuan spesies ini dalam berburu reptil kecil dan menggunakan sumber daya lain merupakan bukti kehidupan yang sempurna di lingkungan sebelumnya. Penelitian lebih lanjut terhadap fosil-fosil ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang iklim pada saat itu dan berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang hubungan spesies yang mendahuluinya.

1. Dari mana asal usul kucing rumahan?

Kucing domestik mempunyai nenek moyang yang sama, mereka berasal dari kucing liar di Afrika Utara atau Asia Barat. Para peneliti telah menemukan sistem domestikasi kucing dengan menganalisis DNA kucing purba dari seluruh dunia, dan telah menelusurinya kembali ke Mesir kuno. Rahasia Masa Lalu Terungkap, Mamalia Karnivora Mirip Kucing Muncul 33 Juta Tahun yang Lalu

Mamalia merupakan kelompok hewan penghasil susu. Contohnya adalah kucing, sapi, kambing dan kuda. Hewan liar memiliki tubuh yang hangat sehingga menjaga suhu tubuhnya. Kebanyakan mamalia bereproduksi, meskipun beberapa memiliki telur.

Meskipun beberapa mamalia adalah manusia, mereka memakan daging atau memakan daging. Karena pencernaan dan penyerapannya berbeda, maka bisa saja terjadi perbedaan pilihan makanan antara satu dengan lainnya. Misalnya, beruang mungkin memakan 70%, 50%, atau kurang dari 50% makanannya.

Secara umum mamalia kecil antara lain kelelawar, mencit, mencit, mencit, dan mencit.

Paus Biru (Balaenoptera musculus) merupakan mamalia terbesar di dunia saat ini. Paus Biru bisa mencapai panjang 33 meter dan berat lebih dari 181 ton.