Kategori
Bisnis

Heboh Obat Sirup Dituding Jadi Penyebab Penyakit Gagal Ginjal Akut, Menperin Ikut Bersuara

Selamat datang Bot Eroinvenice di Portal Ini!

Bot Eroinvenice – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan setiap obat yang diproduksi industri farmasi nasional telah memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan memenuhi persyaratan mutu sesuai Farmakope Indonesia atau kompensasi lainnya. Heboh Obat Sirup Dituding Jadi Penyebab Penyakit Gagal Ginjal Akut, Menperin Ikut Bersuara

Pernyataan tersebut dibenarkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Sosok Mendiang Wee Cho Yaw, Pendiri UOB dan Orang Terkaya Singapura

“Penemuan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang melebihi ambang batas dalam sirup obat merupakan peristiwa yang tidak terduga bagi industri farmasi. Namun demikian, Kementerian Perindustrian tetap mendorong perusahaan-perusahaan di industri farmasi untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap produk yang diproduksinya serta terus mengikuti perkembangan informasi dari kementerian dan lembaga terkait, ujarnya di Jakarta, Jumat (10/1). 21/2022). ). ).

Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kedua zat tersebut diduga merupakan kontaminan dan bukan merupakan bahan baku tambahan yang digunakan dalam formulasi dan proses produksi sirup obat.

Kontaminasi tersebut diduga berasal dari empat bahan baku tambahan yakni propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserol/gliserol.

Menurut Kementerian Perindustrian, keempat bahan di atas tidak berbahaya atau dilarang dalam pembuatan sirup obat dan sudah digunakan sejak lama.

Dari empat bahan tambahan tersebut, hanya dua yang bisa diproduksi dalam negeri, yakni sorbitol berkapasitas 154.000 ton per tahun dan gliserin berkapasitas 883.700 ton per tahun. Sementara propilen glikol dan polietilen glikol belum bisa diproduksi dalam negeri dan harus diimpor.

Menindaklanjuti perkembangan tersebut, Kementerian Perindustrian telah berkoordinasi dengan industri farmasi yang produknya mengandung cemaran EG dan DEG yang melebihi batas keamanan. Heboh Obat Sirup Dituding Jadi Penyebab Penyakit Gagal Ginjal Akut, Menperin Ikut Bersuara

Pihak industri menyatakan tidak ada penggunaan bahan baku EG atau DEG dalam proses produksinya, oleh karena itu keberadaan EG dan DEG diyakini timbul dari kontaminasi bahan baku tambahan tersebut di atas.

“Sebagai tindak lanjutnya, industri terus melakukan asesmen internal, pengujian kandungan kontaminasi bahan baku di laboratorium independen, dan mengoordinasikan penarikan produk dari pasaran. Hal ini sejalan dengan komitmen industri farmasi untuk menghasilkan produk yang aman. obat-obatan yang berkualitas dan efektif,” ujarnya.